1Latar
Belakang dan alasan
Perkembangan
tekhnologi yang terlalu cepat, membuat beberapa peranan penting dari sebuah
media menjadi berkurang. Terutama peranan sebuah buku, buku dalam bentuk
percetakan (bentuk kertas). Banyak orang mengganggap buku (hardcopy) tidaklagi
menjadi penting, mudah digantikan oleh media internet dan gadget. Padahal
informasi pada internet hanya bersumber dari satu ahli kemudian disebarluaskan
melalui media internet, informasi seperti ini tidaklah lengkap dan kuat.
Berbeda dengan buku, walaupun sedikit mahal, namun tetap saja seperti pepatah “ada
uang ada barang.” Banyak informasi berbeda yang menarik dari berbagai buku,
berbeda dengan internet yang hanya dari satu sumber yang sama.
Melihat
pemikiran orang tua dan anak yang menganggap buku mulai tidak penting (dapat
digantikan oleh internet), kami ingin memberi pengetahuan lebih kepada orang
tua dan anak bahwa buku(hardcopy) masih sama pentingnya seperti fungsinya
dahulu yang dapat memberi pengetahuan lebih pada masyarakat.
Program
pemerintah juga sudah mulai menggalakkan aksi perpustakaan berjalan ini dengan
mengalihfungsikan bemo menjadi perpustakaan berjalan. Namun bemo ini hanya
sedikit, dan jam operasionalnya sangatlah sebentar. Oleh karena itu kami akan
membantu melancarkan program pemerintah sehingga fungsi buku tidaklah hilang,
serta anak-anak menjadi terbiasa untuk membaca.
Dengan
berbagai buku yang kami miliki, dan dengan beberapa rak (beserta poster
perpustakaan berjalan) kami berkeliling tempat sekitar gang dan sekitar sekolah
untuk menemukan anak-anak dan orang tua yang masih memiliki anak kecil.
2Tempat
Kegiatan
Berkeliling di sekitar area binus
syahdan. Memasuki gang dan perumahan masyarakat sekitar gang U, gang H. Senen,
gang H. Jaimin, gang Keluarga.
3Waktu
Kegiatan
Tanggal 15 Mei dan tanggal 29 Mei
Kegiatan dimulai pada jam 9 pagi.
Hari sebelum kegiatan, masing-masing buku dikumpulkan lalu dipilih, buku yang
dimasukkan berupa buku sejarah, buku ilmiah, pelajaran, pendidikan
kewarganegaraan, kamus, buku bergambar, dan berbagai tutorial. Buku dimasukkan
kedalam rak, kemudian bersama sama berjalan keliling pemukiman dan sekolah
sekitar untuk memulai perpustakaan keliling. Dalam sesi pertama(tanggal 15 Mei),
beberapa anak yang ingin meminjam buku dicatat nama dan tempatnya kemudian akan
dikembalikan di sesi ke dua(29 Mei) di jam yang sama. Beberapa anak yang ingin
membaca ditempat akan kami tunggu dan sambil duduk bersama mereka, lalu
menjelaskan beberapa buku tersebut. Beberapa anak ada yang antusias melihat
buku bergambar, namun beberapa anak tersebut tidak dapat membaca, kemudian kami
ajarkan cara membaca beberapa waktu. Tujuan minat membaca harus terus
ditingkatkan, beberapa anak menolak untuk mendekat dan membaca, namun dengan
beberapa permen, kami mengajak mereka agar mau membaca buku (kemudian memberi
permen tersebut). Pada awalnya anak-anak tersebut terpaksa untuk membaca
buku(demi mendapatkan permen) namun setelah membuka buku kemudian membaca,
mereka menjadi tertarik dan berminat bahkan mau meminjam buku untuk dibaca
kemudian dikembalikan di sesi ke 2.
Kesimpulan : kegiatan
perpustakaan keliling ternyata sangat diminati oleh anak-anak. Fungsi buku
sebagai pemberi informasi tidaklah hilang, bahkan semakin bermanfaat. Daya
tarik buku bahkan sangat tinggi bahkan sejak melihat sampulnya, minat baca
sangatlah tinggi di kalangan anak-anak, namun akan berkurang jika kebiasaan
membaca tidak diperkenalkan. Kegiatan perpustakaan kelilinglah salah satu cara
untuk membangun kebiasaan untuk membaca buku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar